Login
Username:

Password:


Lost Password?
Register now!
Main Menu
Pokok Doa

Perjalanan ekonomi jemaat FCC naik dan tidak menjadi turun


Who's Online
6 user(s) are online (1 user(s) are browsing FCC News)

Members: 0
Guests: 6

more...
Posted by admin on 2007/1/7 21:09:25 (784 reads)

What A God We Experience


Menakjubkan sekali untuk melihat, mengalami serta menceritakan pengalaman kita bersama dengan Tuhan kepada orang lain. Kita tidak akan pernah bisa menceritakan semua yang kita alami bersama dengan Tuhan karena terlalu banyak pertolongan dan hal-hal dahsyat yang kita alami. Benar kata Yohanes di dalam tulisannya di Yohanes 22 ayat terkahir “jika semua pengalaman bersama dengan Yesus harus ditulis rasanya dunia ini tidak dapat memuat semua buku yang harus ditulis”.

Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang besar dalam perbuatanNya dan kasihNya kepada kita. Dalam tahun ini saja sudah berapa banyak pertolongan yang kita alami? Sudah berapa banyak jawaban doa yang kita alami? Sudah berapa banyak kesempatan untuk berdiri dan berjalan yang kita alami dalam kejatuhan dan kegagalan kita. Jika kita dapat menghitungnya maka kita akan melihat betapa berharganya kita dan betapa luar biasanya campur tangan Tuhan dalam setiap aspek hidup ini.

Bagi orang yang tidak bisa melihat hal ini maka jawabannya adalah itu hanya kebetulan atau sesuatu yang wajar, tapi bagi kita apakah itu suatu kebetulan atau sesuatu yang wajar terjadi dalam hidup kita, semua itu bermuara kepada satu pribadi yaitu TUHAN. Karena kita tahu bahwa Tuhan bekerja dalam segala sesuatu mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Tuhan. Ini yang merupakan kunci dan jawaban yang kita bisa berikan bagi pertanyaan orang tentang the beauty, marvelous, and wonderful God that we serve and experience. Kata kuncinya adalah kasih kita kepada Dia karena Dia terlebih dahulu mengasihi kita dan kita berada dalam rencanaNya.

Yang selalu menjadi persoalan adakah kita mau terus berada dalam kasihNya dan kita mengasihi Dia lebih dari segala sesuatu dalam dunia ini atau tidak, yang kedua adalah adakah kita mau tinggal dan terus mengikuti rencana Dia dalam hidup ini? Tendensi manusia adalah mau mengatur dirinya sendiri tanpa melibatkan orang lain, padahal Tuhan mau kita diatur oleh Dia. Kenapa? Karena Dia lebih tahu masa depan dan yang terbaik untuk kita. Kalau begitu kita seperti robot saja. Jawabannya bukan begitu, tapi di situlah keindahan bersama dengan Tuhan. Selama kita tidak mau melibatkan Tuhan dalam kehidupan ini selama itu pula kita tidak akan pernah mengalami the beauty of God itu sendiri.

Di bulan yang terakhir dalam tahun ini coba kita renungkan pengalaman kita dengan Tuhan selama setahun. Apakah hal itu semua membuat saudara excited? Bagi saya setiap pengalaman dengan Tuhan akan selalu membuat saya naik dalam level yang tinggi dalam pengenalan dengan Tuhan.

Jadi rindukanlah Tuhan setiap saat dalam hidup saudara. Desiring God akan menjadi tujuan dan tema hidup kita.

Tuhan memberkati, selamat memasuki tahun yang baru.



Ps. Ray Kaunang